GIPI

Gubernur Bali Minta GIPI Pikirkan Arah Pariwisata

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk mulai memikirkan keberlangsungan arah pariwisata Bali ke depan, di tengah perubahan yang terjadi begitu cepat. "Saat ini, tren dunia masuk di era digital, segala sesuatu kita akses pakai teknologi, mau tidak mau kita juga harus mengikutinya," kata Pastika saat menerima audiensi jajaran GIPI Bali, di Denpasar, Selasa (9/8/2016). (BACA: Orang Korea Lebih Tahu Bali dan Nasi Goreng...) Menurut dia, pemanfaatan teknologi juga telah masuk ke dunia pariwisata. Pastika mencontohkan hal kecil yang bisa dilihat adalah fasilitas google map dan informasi obyek wisata yang sangat mudah diakses melalui ponsel pintar. "Itu juga harus menjadi perhatian GIPI. Bayangkan berbagai akses itu secara tidak langsung telah berimbas kepada tenaga kerja kita. Apa ke depan kita perlu pramuwisata lagi sementara informasi wisata begitu mudah kita dapatkan, dan bagaimana nasib para sopir kita jika wisatawan bisa bepergian sendiri tanpa takut tersesat karena dipandu google map," katanya. (BACA: Wisatawan di Bali Cenderung Menumpuk di Situ-situ Saja...)
RINGKASAN BERITA

DENPASAR, KOMPAS.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk mulai memikirkan keberlangsungan arah pariwisata Bali ke depan, di tengah perubahan yang terjadi begitu cepat. "Saat ini, tren dunia masuk di era digital, segala sesuatu kita akses pakai teknologi, mau tidak mau kita juga harus mengikutinya," kata Pastika saat menerima audiensi jajaran GIPI Bali, di Denpasar, Selasa (9/8/2016). (BACA: Orang Korea Lebih Tahu Bali dan Nasi Goreng…) Menurut dia, pemanfaatan teknologi juga telah masuk ke dunia pariwisata. Pastika mencontohkan hal kecil yang bisa dilihat adalah fasilitas google map dan informasi obyek wisata yang sangat mudah diakses melalui ponsel pintar. "Itu juga harus menjadi perhatian GIPI. Bayangkan berbagai akses itu secara tidak langsung telah berimbas kepada tenaga kerja kita. Apa ke depan kita perlu pramuwisata lagi sementara informasi wisata begitu mudah kita dapatkan, dan bagaimana nasib para sopir kita jika wisatawan bisa bepergian sendiri tanpa takut tersesat karena dipandu google map," katanya. (BACA: Wisatawan di Bali Cenderung Menumpuk di Situ-situ Saja…)

SUMBER BERITAKompas.com

Baca Artikel Asli di Kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top